Kunjungan ke Kolam Lele (Topik: Kolam, Pakan, dan Obat Lele)

Aktifitas 20 Oktober 2012

Seperti pada post sebelumnya, kami telah memutuskan untuk mengunjungi salah satu peternak di Karangpilang Surabaya. Jadilah pada hari sabtu itu kami berangkat kesana bermodalkan alamat dari internet. Mencari-cari jalannya karena memang benar-benar awam dengan daerah Karangpilang, masuk ke gang-gang kecil dan rame, sampai pada akhirnya di ujung dari sebuah jalan (gak ujung2 banget c, masih ada jalan lagi tapi kecil dan berbatuan. Di rumah paling ujung, bersebelahan langsung dengan sawah, terdapat beberapa kolam terpal. Pastilah, dirumah tersebut tinggalnya si lele dan peternaknya..

Bertemulah kami dengan seorang ibu setengah baya yang sangat ramah dan disambutlah hidung kami dengan aroma kolam2 lele..Ibu itulah si peternak lelenya. Sebelum mempersilahkan kami duduk, si peternak menyebarkan pakan lele ke sebuah kolam didekat kami.. dan ratusan lele langsung berebut pakan yang disebar si induk semangnya.. whaaa seneeeng bgt ngeliatnya..semangat untuk beternak lele langsung naik 200 kali lipatnya..

Sekitar 1 jam kita ngobrol sambil bertanya2 mengenai cara berternak lele. Berhubung kita ingin mulai dari usaha di rumah alias kecil2an dulu maka kita disarankan untuk menggunakan drum air uk.200 liter atau tandon uk. 1000 liter.. Untuk drum dapat diisin sekitar 250-300 ekor bibit lele ukuran 12-14, sedangkan untuk tandon bisa diisi 1000 ekor. Si peternak hanya menjual bibit dengan ukuran 12-14cm disebabkan lele tersebut sudah cukup besar, aman dan tidak sensitif bila dipindahkan dan masuk ke lingkungan baru, begitu kata si peternak.

Bak Air 200 L

Tandon Air 1000 L

Selain berkonsultasi mengenai tempat berternak, kita juga menanyakan tentang pakannya. Pakan untuk lele pembesaran dan penggemukan itu berbeda. Untuk pembesaran (umur lele sampai kira2 1.5 bulan) menggunakan pakan pelet pabrikan feedmill LP1 merk Matahari Sakti. Sebenarnya pakan tersebut bisa langsung diberikan pada lele, namun alangkah baiknya bila dijadikan pakan basah terlebih dahulu. Caranya dengan mencampurkan 1 kg pelet kering pabrikan tadi dengan kira2 1 gayung air dan 1 tutup botol obat C6. Semua bahan tersebut diaduk jadi satu sampai tidak ada lagi air yang menggenang alias sudah terserap semua kedalam pakan. Jangan sampai airnya menghancurkan peletnya, pelet harus tetap dalam bentuk seperti sedia kala (bulat atau lonjong) hanya saja lebih mengembang dan sedikit lembek. Setelah itu diamkan sekitar 30 menit sebelum diberikan pada ikan lelenya. Pakan 1 kg tersebut dapat digunakan untuk pakan lele seharian penuh.

Idealnya jadwal makan lele sama dengan kita2, alias 3 kali sehari. Yaitu pada pukul 8 pagi, pukul 12 siang dan 8 malam. Namun, itu hanya teorinya sih.. Pemberian pakan pada lele bisa diberikan kapan saja tapi sedikit-sedikit. Kata para pakar lele sih, nafsu makan lele tinggi pada saat pagi dan sore hari. Jadi silahkan liat perilaku lele di kolam anda kapan minat makannya. Pokoknya jangan sampai lele menjadi overfeeding aja atau malah kelaparan. Sebab lele yang overfeeding dapat menyebabkan lele kekenyangan dan mati, sedangkan lele yang kelaparan dapat mengakibatkan kanibalisme atau TTM alias teman makan teman. Dua efek ini tentu saja dapat merugikan peternak lele. Ciri-ciri lele yang kekenyangan adalah nafsu makan sudah tidak bersemangat seperti sebelumnya dan sesekali makanan tersebut hanya dilewatinya. Selain itu, menurut beberapa peternak ada yang menyatakan bahwa pertanda lele kenyang adalah kondisi lele dengan posisi berdiri dipermukaan dan berdiam diri (ciri ini belum bisa divalidasi lho yha). Sedangkan, posisi lele yang berdiri dipermukaan itu bisa saja pertanda bahwa lele mengidap suatu penyakit yang menyerang insangnya.

Setiap peternak punya pendapat dan pandangan masing2 terhadap permasalahan lele di lapangan. dan saya pribadi jujur sangat bingung dengan beberapa instruksi dan pengalaman para peternak lele di internet yang berbeda2n terhadap satu permasalahan atau kasus yang sama. Menurut saya, perbedaan itu terjadi karena memang ada hal dasar yang beda seperti, jenis bibit yang dibeli, jenis dan kualitas air yang digunakan, jenis kolam ternak yang digunakan, kondisi lingkungan seperti polusi air dan udara serta cuaca tempat peternakannya dan beberapa hal lainnya.

Oleh karena itu, mari kita sama2 belajar lebih banyak lagi dari para ahli dan menyortir mendokumentasikan nya berdasarkan pengalaman kita dilapangan. Seperti kata pepatah, “Pengalaman adalah guru terbaik”.. Jadi saya yakin tidak ada pendapat mereka yang salah, karena mereka berbicara berdasarkan pengalamannya, dan jangan ditelan mentah-mentah pengalaman mereka, sesuaikan dengan hal-hal dasar yang mempengaruhi perkembangbiakannya tadi. Kalaupun ternyata apa yang kita terapkan pada peternakan lele kita terlanjur salah yang kemungkinan besar menyebabkan tingkat kematian lele yang tinggi, tidak masalah, jadikan itu pelajaran dan catatan tentang apa yang seharusnya dan tidak seharusnya kita lakukan pada kolam ternak lele kita.

Begitulah sedikit curhat mengenai kunjungan kami ke kolam ternak dan menilik pengalaman dari para peternak lele lainnya. Semoga ini dapat membantu kita semua untuk terus berusaha belajar dan belajar lagi…

Salam,

Peternak Lele (Ika & Aditiya)